Sejarah Pembentukan Karang Taruna Punakawan
Dk. Botoijo 03/04. Purbayan, Baki, Sukoharjo.
Pada malam hari di tahun 2016 berkumpul lah
4 pemuda sakti yang bernama Eko, Hamim, Digdo dan Cahya. Mereka berkumpul pada
suatu rumah di Desa Tegal Rejo, tepatnya di samping kantor kelurahan Purbayan,
Baki, Sukoharjo. Kedatangan mereka dirumah tersebut, hendak bermain kartu remi
untuk menghilangkan kepenatan seharian bekerja. Permainan pun dimulai, siapa
yang kalah akan mendapatkan hukuman yaitu duduk berjongkok sampai anggota yang
kalah memenangkan pertandingan yang pertama kali. Pada saat permainan memasuki
ronde ke empat, salah satu dari mereka mengutarakan pendapat hendak mendirikan
sebuah organisasi karang taruna. Pada saat itu karang taruna di desa kami telah
lama vakum. Ide tersebut disambut baik oleh ke tiga temannya. Permainan remi
pun dihentikan sejenak mendengarkan ide yang disampaikan oleh salah satu
anggota mereka yakni Eko Suparno. Sekitar 30 menit ide itu tertuang lalu mereka
membahas visi dan misi karang taruna yang ingin mereka dirikan.
Minggu demi minggu, bulan demi
bulan pun berlalu, diiringi dengan persiapan guna mendirikan organisasi yang
memiliki cukup anggota ini. Pada akhirnya tanggal 18 Juni 2016 karang taruna
dukuh Botoijo pun didirikan. Untuk pertama kalinya pada seluruh muda-mudi dukuh Dukuh Botoijo 03/04,
Purbayan, Baki berkumpul. Perkumpulan untuk pertama kalinya pada hari Sabtu
malam ini diadakan di rumah salah satu anggota pendiri karang taruna yaitu Mas
Hamim, begitu panggilan akrabnya. Semula muda-mudi yang tidak pernah keluar
rumah ataupun tidak pernah berbaur pun kelihatan, total muda-mudi yang datang
sekiranya terdapat 50 orang lebih. Hati senang dan gembira pun mncul di benak
kami sambil melihat mereka bercanda gurau bersama sambil menikmati hidangan
yang diberikan oleh tuan rumah. Tujuan dari perkumpulan ini yaitu
untuk membahas organisasi ini kedepannya. Hal yang pertama yang dibahas adalah
sistem pembentukkan struktur organisasi. Untuk struktur organisasi ini dipilih
melalui mufakat bersama. Hasil dari struktur organisasi ini sebagai berikut :
Penasehat : Bp Agus (Ketua RT)
Ketua : Eko Suparno
Wakil : Muh. Hamim
Sekertaris : Muh. Fathan Al Farizi
Bendahara : Nita
Humas : Danar Styoko
Perlengkapan dan Umum : Bagas Ardianto
Perlengkapan dan Publikasi : Muh. Farry & Muh Derry
Pembahasan yang kedua iyalah penetapan nama
organisasi. Penetapan nama ini juga dengan sistem mufakat bersama. Hasil dari
penetapan nama ini diperoleh dari ide salah satu anggota kemudian dilakukan
pengambilan suara melalui secarik kertas. Tertujulah nama organisasi kami yaitu
PUNAKAWAN.
![]() |
| Kartun Punakawan Sumber : Kompasiana |
Pembahasan yang ketiga iyalah penetapan logo organisasi karang taruna Punakawan. Logo ini memiliki fungsi sebagai brand image sebuah organisasi yang dijalankan. Penetapan logo ini menurut kami paling sukar. Saat ini kami telah berganti logo sebanyak 2 kali. Kami memilih logo yang terakhir karena kami meyakini bahwa logo terakhir yang di desain oleh Bp Adit selaras dengan organisasi kami.
![]() |
| Logo Punakawan |
Pertemuan ini dilakukan secara rutin satu bulan sekali pada hari Sabtu setiap akhir bulan. Perkumpulan rutin ini bertujuan untuk membahas agenda terdekat organisasi serta sebagai tempat bertemu muda-mudi Dukuh Botoijo yang sehari-hari dominan mereka melakukan kegiatan sekolah dan bekerja. Tak lupa disisipi kegiatan arisan antar muda-mudi Punakawan untuk kemeriahan acara.
Seperti inilah sejarah berdirinya organisasi Kami. Semoga
organisasi ini dapat memiliki dampak positif dikalangan pengurus, desa dan
kelurahan tempat kami berpijak. Ini berlaku juga Karang Taruna di tempat lain
sebagai wadah atau sarana untuk mencurahkan ide yang nantinya berguna membangun
desa mereka. Akhir kata Wassalamualaikum. Sukses untuk pemuda Indonesia.


Belum ada tanggapan untuk "Sejarah Kami"
Posting Komentar